Sunday, March 20, 2011

Fosfor

Komponen Air
Apa itu Fosfor ???
Fosfor adalah zat yang dapat berpendar karena mengalami fosforesens.
Fosfor terbentuk dari berbagai jenis senyawa logam transisi atau senyawa tanah langka seperti zink sulfida (ZnS) yang ditambah tembaga atau perak, dan zink silikat (Zn2SiO4) yang dicampur dengan mangan. Kegunaan fosfor yang paling umum ialah pada ragaan tabung sinar katoda (CRT) dan lampu pendar, dapat juga ditemukan pada berbagai jenis mainan yang dapat berpendar dalam gelap (glow in the dark). Dalam bentuk senyawa organik, fosfor dapat berupa gula fosfat dan hasil oksidasinya, nukloeprotein dan fosfat protein. Sedangkan dalam bentuk senyawa anorganik meliputi ortofosfat dan polifosfat yang dibutuhkan oleh organisme. Fosfat merupakan satu -satunya bahan galian (diluar air) yang mempunyai siklus, unsur fosfor di alam yang diserap oleh mahluk hidup, senyawa fosfat pada jaringan mahluk hidup yang telah mati akan terurai, sehingga terakumulasi dan terendapkan di lautan. 
Proses terbentuknya endapan fosfat ada tiga:
1.Fosfat primer terbentuk dari pembekuan magma alkali yang bersusunan nefelin, syenit dan takhit, mengandung mineral fosfat apatit, terutama fluor apatit.
2.Fosfat sedimenter (marin), merupakan endapan fosfat sedimen yang terendap di laut dalam, pada lingkungan alkali dan suasana tenang, mineral fosfat yang terbentuk terutama frankolit.
3.Fosfat guano, merupakan hasil akumulasi sekresi burung pemakan ikan dan kelelawar yang terlarut dan bereaksi dengan batu gamping karena pengaruh air hujan dan air tanah.
Senyawa fosfat dalam perairan berasal dari sumber alami seperti erosi tanah, buangan dari hewan dan pelapukan tumbuhan, dan dari laut sendiri. Peningkatan kadar fosfat dalam air laut, akan menyebabkan terjadinya ledakan populasi (blooming) fitoplankton yang akhirnya dapat menyebabkan kematian ikan secara massal. Batas optimum fosfat untuk pertumbuhan plankton adalah 0,27 – 5,51 mg/liter (Hutagalung et al, 1997).

Sifat
Fosfor terdapat dalam empat atau lebih bentuk alotropik
yaitu  putih, merah, dan hitam. Fosfor biasa merupakan benda putih seperti lilin. Bentuknya yang murni tidak memiliki warna dan transparan. Fosfor memiliki dua modifikasi: alfa dan beta dengan suhu transisi pada -3,8 0C. Ia tidak larut dalam air, tetapi larut dalam karbon disulfida. Ia dapat terbakar dengan mudah di udara dan membentuk pentaoksida. Sehinga sangat berbahaya jika terkena kulit, kulit akan melepuh, karena sifatnya yang mudah bereaksi dengan udara.

Korban dari bom fosfor

Daur fosfor
Fosfor merupakan bahan pembentuk tulang pada hewan. Semua makhluk hidup memerlukan fosfor karena digunakan sebagai pembentuk DNA, RNA, protein, energi (ATP), dan senyawa organik lainnya. Di dalam tanah, terkandung fosfat anorganik yang dapat diserap tumbuhan. Hewan mendapatkan fosfor setelah memakan tumbuhan. Tumbuhan dan hewan yang mati, feses, dan urinnya akan terurai menghasilkan fosfat organik. Oleh bakteri, fosfat organik akan di ubah menjadi fosfat anorganik yang dapat diserap  tumbuhan. Begitu juga sebaliknya pada ekosistem air, Adanya peristiwa erosi dan pelapukan yang menyebabkan fosfat terbawa menuju sungai hingga laut membentuk sedimen. Adanya pergerakan dasar bumi menyebabkan sedimen yang mengandung fosfat muncul ke permukaan dan membentuk endapan fosfor (batuan fosfor) yang teraduk oleh arus air sehingga menyuburkan ekosistem laut. Oleh karena itu, fosfat banyak terdapat pada karang dan fosil. Fosfat dari tumbuhan dan batu dan fosil terkikis dan membentuk fosfat anorganik hewan dan senyawa terlarut di air tanah dan laut. Fosfat anorganik ini kemudian akan diserap oleh akar (pada air dan tanah) untuk proses metabolisme dan fotosintesis untuk tumbuh lagi.
Sumber
Unsur ini terdistribusikan dalam berbagai mineral. Batu fosfat, yang memiliki mineral apatit, merupakan tri-kalsium-fosfat yang tidak murni dan merupakan sumber penting elemen ini. Sumber fosfat diperairan laut pada wilayah pesisir dan paparan benua adalah sungai. Karena sungai membawa hanyutan sampah maupun sumber fosfat daratan lainnya, sehingga sumber fosfat dimuara sungai lebih besar dari sekitarnya. Deposit yang besar telah ditemukan di Rusia, Maroko, dan negara bagian Florida, Tennessee, Utah, dan Idaho. Di Indonesia Fosfat banyak ditemukan di Propinsi Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan NTT, karena di daerah-daerah tersebut banyak terdapat sedimen dan mineral lainnya.

Kegunaan
Dalam beberapa tahun terakhir, asam fosfor yang mengandung 70% – 75% P2O5, telah menjadi bahan penting pertanian dan berbagai produksi tani lainnya. Permintaan untuk pupuk secara global telah meningkatkan produksi fosfat yang banyak karena manfaatnya yang baik untuk perkebunan. Fosfor juga digunakan dalam memproduksi baja, perunggu fosfor, dan produk-produk lainnya. Trisodium fosfat sangat penting sebagai agen pembersih, sebagai pelunak air, dan untuk menjaga korosi pipa-pipa. Fosfor juga merupakan bahan penting bagi sel-sel protoplasma, jaringan saraf dan tulang.

Peran Fosfor terhadap Organisme laut
Unsur Fosfor merupakan elemen essensial terpenting yang dibutuhkan oleh Organisme laut. Elemen ini berperan penting dalam metabolisme, proses fisiologis dan reaksi biokimiawi dalam tubuh. Fosfor penting dalam pembentukan cangkang terutama bagi kelompok diatom, Coccolithofor, Bivalvia dan Pteropot. Fosfor dan nitrogen mempengaruhi keadaan air laut seperti tingkat kesuburan perairan dan pertumbuhan terumbu karang.


Daftar Pustaka


















10 comments:

  1. kalau kerugian fosfor apa kerugiannya ???

    ReplyDelete
  2. mau sedikit menambahkan
    Di perairan, fosfor tidak ditemukan dalam bentuk bebas sebagi elemen, melainkan dalam bentuk senyawa anorganik yang terlarut (ortofosfat dan polifosfat) dan senyawa organik yang berupa partikulat. Fosfor membentuk kompleks dengan ion besi dan kalsium pada kondisi aerob, bersifat tidak larut, dan mengendap pada sedimen sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh algae akuatik (Jeffries dan Mills, 1996)

    ReplyDelete
  3. jika fosfor dalam keadaan berlebih di laut apa dampaknya?
    hatur nuhun

    ReplyDelete
  4. tadi sudah dijelaskann bahwa "Fosfat merupakan satu -satunya bahan galian (diluar air) yang mempunyai siklus" . tolong jelaskan bagaimana siklusnya?
    terimakasih

    ReplyDelete
  5. nice entri!
    mau nanya mengapa fosfor dapat bercahaya di dalam gelap?
    terima kasih infonya!

    ReplyDelete
  6. NPM 230210090092
    good thing,,,
    apakah fosfor didarat dan dilaut sama? kalau sama dalam bentuk apa n kegunaannya apa?

    thanks
    keep cayoooo!!!!!!

    ReplyDelete
  7. Fosfor terdapat dalam empat atau lebih bentuk alotropik yaitu putih, merah, dan hitam. bisa disebutkan ga contoh fosfor alotropik merah dan hitam? terima kasih

    ReplyDelete
  8. wah,ternyata jadi juga blognya yaaa..
    Bagus juga infonya,cuman mungkin gambarnya diperjelas aja yaa

    ReplyDelete
  9. Dani::Kerugian fosfor yang berlebih contohnya dapat menghambat pertumbuhan coral dan organisme lain. Jadi jumlah fosfor dialam harus seimbang. ngk blh kurang ngk boleh lebih.

    Fika:: makasih fikaa

    Elma::kerugiannya tuh fosfor mudah bereaksi dengan udara, jadi sangat berbahaya buat kulit, paling penyalahgunaan fosfor dalam pembuatan bom yg tidak sesuai ketentuan.

    Mecha::Fosfor dapat bercahaya dalam gelapa karena mengalami Fosforesens sehingga akan memancarkan cahaya (berpendar). Nah,,Fosforenses terjadi jika fosfor dikenai dengan sinar ultraviolet di dalam gelap, dan tidak dapat berpendar ketika sinar ultravioletnya dimatikan. Hal ini berkaitan dengan cepat dan lambatnya elektron kembali ke orbital energi tingkat dasar, semakin cepat elektron kembali ke orbital maka semakin cepat pula hilang berpendarnya.

    ReplyDelete
  10. fajri:: iyahh, makasihh. Ntar ama nu di revisi lg

    Aji::Fosfor terbentuk dari berbagai senyawa logam transisi seperti zink sulfida (ZnS),tembaga atau perak, zink silikat (Zn2SiO4) dan dicampur dengan mangan, inilah yg disebut dengan bahan galian. Nah,Di dalam tanah, terkandung fosfat anorganik seperti ortofosfat dan polifosfat yang dapat diserap tumbuhan. Hewan mendapatkan fosfor setelah memakan tumbuhan. Tumbuhan dan hewan yang mati, feses, dan urinnya akan terurai menghasilkan fosfat organik. Oleh bakteri, fosfat organik akan di ubah menjadi fosfat anorganik yang dapat diserap tumbuhan. beginilah siklusnya!

    ReplyDelete